Bagaimana Jadinya Jika Metaverse Diadopsi di Dunia Pendidikan?

Bagaimana Jadinya Jika Metaverse Diadopsi di Dunia Pendidikan?

Metaverse adalah digital landscape yang dapat digunakan semua orang untuk membangun lingkungan virtual sendiri. Metaverse juga merupakan ruang bagi pengguna di seluruh dunia untuk terhubung dengan cara yang lebih mudah.

Metaverse menyajikan metode brilian untuk berinteraksi secara virtual dengan orang lain di seluruh dunia. Siapa pun, di mana saja dapat memakai headset virtual reality atau menggunakan browser web mereka untuk masuk ke ruang virtual dan berkomunikasi dengan orang lain secara tatap muka.

Metaverse dapat dianggap sebagai rekreasi virtual yang dapat disesuaikan oleh pengguna dan developer sesuka hati, kita semua dapat membangun apa pun mulai dari sekolah hingga arena olahraga virtual.

Dalam metaverse, siswa dan guru sama-sama dapat bertemu di ruang digital melalui headset virtual reality tanpa harus datang ke sekolah. Fungsionalitas seperti itu dapat mengarah pada peningkatan pendidikan pada zaman saat ini.

Berkat metaverse, baik guru dan siswa dapat bertemu tanpa harus datang ke sekolah/universitas. Dari sana, guru dapat menggunakan pengetahuan mereka untuk menginformasikan siswa mereka pengetahuan akurat.

Kemudian muncul kemungkinan visual dari sekolah metaverse. Guru tidak hanya dapat berbicara tentang penemuan mereka, tetapi juga dapat menunjukkan kepada siswa dalam lingkungan 3D yang imersif.

Siswa dapat mengeksplorasi sesuka mereka, mengajukan pertanyaan, dan mendukung pembelajaran mereka dengan pengalaman yang menyenangkan. Anak-anak yang bertanya tidak lagi harus duduk bosan di ruang kelas yang mungkin membosankan. Sebaliknya, mereka bisa bersemangat belajar, berkat kehebatan dunia maya.

Guru dapat membangun virtual landscape berdasarkan rencana pelajaran mereka, meningkatkan pembelajaran anak dengan pengalaman dibandingkan dengan membaca dari buku.

Mengajar dan belajar di metaverse mungkin terdengar seperti konsep jauh yang hanya mungkin terjadi dalam mimpi kita, tetapi situasi serupa sudah ada di saat ini.

Contohnya game seperti Roblox, misalnya. Roblox memungkinkan siapa saja untuk membangun dan berbagi dunia virtual mereka seperti Minecraft dan Fortnite. Walaupun konsep pembangunan dunia ini pada awalnya digunakan untuk tujuan pembuatan pengguna namun fitur game Roblok kini telah diperluas menjadi ruang kelas Roblox.

Ruang kelas Roblox terdiri dari server pribadi untuk pendidik dan siswa, dan dapat berlangsung di dunia nyata atau skenario virtual.

Misalnya, anak-anak dapat duduk di lab komputer di sekolah dan semua masuk ke dunia yang sama dengan guru mereka.

Dalam hal ini, guru menggunakan dunia maya untuk menunjukkan materi melalui monitor komputer, tetapi komunikasi yang sebenarnya antara guru dan siswa akan terjadi di dunia nyata.

Pengalaman belajar virtual Roblox, bagaimanapun, adalah contoh utama dari potensi pendidikan metaverse. Pengalaman belajar virtual berlangsung di jutaan dunia yang dibuat pengguna, dan siswa dapat masuk dunia virtual dari rumah masing-masing.

Related News

  • bitcoinBitcoin$23,829.003.41%
  • ethereumEthereum$1,655.274.13%
  • USDEXUSDEX$1.07-0.53%
  • tetherTether$1.000.18%
  • binancecoinBNB$318.621.70%
  • usd-coinUSD Coin$1.000.25%
  • rippleXRP$0.4150852.46%
  • Binance USDBinance USD$1.000.46%
  • cardanoCardano$0.4000872.49%
  • dogecoinDogecoin$0.0952880.17%