Binance Live – We live everyday, dont forget follow us Click Here

Hakim di New York Memutuskan Melarang Telegram Mengeluarkan Token Gram

Telegram Mendukung Aksi Protes Massal di Balarus

Telegram telah menyatakan dukungan untuk protes massal di Belarus terhadap Presiden Alexander Lukashenko.

Pada 25 Agustus, aplikasi Telegram memperkenalkan emoji animasi baru untuk menggantikan bendera nasional Belarus dengan bendera putih-merah-putih.

Berlawanan dengan bendera merah dan hijau resmi Belarus, bendera putih-merah-putih digunakan sebagai simbol oposisi terhadap rezim Lukashenko.

Dengan fitur baru ini, emoji bendera nasional Belarus secara otomatis berubah menjadi animasi bendera oposisi ketika satu simbol diketik dalam sebuah pesan.

Isyarat dukungan terbaru Telegram untuk oposisi terjadi di tengah protes massa terhadap Lukashenko.

Demonstrasi dipicu oleh pemilihan presiden yang disengketakan di negara itu pada 9 Agustus. Hal yang mengakibatkan Lukashenko mengklaim masa jabatan keenam dengan sekitar 80% suara.

Uni Eropa kemudian menolak hasil pemilihan, dengan Kanselir Jerman Angela Merkel berpendapat bahwa pemungutan suara itu “tidak bebas dan tidak adil.”

Selain mendukung protes yang sedang berlangsung di Belarusia, Telegram telah muncul sebagai salah satu sumber informasi paling penting di tengah protes.

Pada 9 Agustus, Belarus mengalami pemadaman internet besar-besaran. Menyebabkan negara berpenduduk sekitar 9,5 juta itu tanpa akses yang ke web hingga awal 12 Agustus.

Pemadaman tersebut kemudian dikaitkan dengan pemerintah, tetapi Lukashenko mengklaim bahwa pemadaman itu diatur di luar negeri.

Selama pemadaman, Telegram pada dasarnya adalah satu-satunya alat komunikasi untuk terhubung ke internet,

CEO Telegram Pavel Durov mengumumkan :

Telegram dikenal mendukung pemain oposisi dan aktivis politik. Awal tahun ini, Durov menyumbangkan 10 Bitcoin ( BTC ) ke proyek amal yang berbasis di Rusia yang didukung oleh aktivis Yegor Zhukov. Aktivis tersebut secara luas dikenal sebagai simbol protes anti-Kremlin.

Sementara itu, masalah dalam politik Rusia juga meningkat  karena pemimpin oposisi lokal Alexei Navalny diduga diracun pada 20 Agustus.

Navalny masih dalam keadaan koma, pihak berwenang Rusia tampaknya masih belum memulai penyelidikan kriminal terkait masalah tersebut.

Ikuti Cryptoiz Telegram group | Telegram Channel | Twitter/X

Penafian : Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisa sebelum membeli dan menjual Crypto. cryptoizresearch.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Related News